Ayo Pilih: Good Mood atau Bad Mood?



Apakah mood harus dipilih?

Pertanyaan simpel itu terus menghantui gua, jadi akan gua share disini. Well, dalam beraktivitas sehari-hari, apapun yang kita lakukan pasti ada kaitannya dengan perasaan senang, sedih, kecewa, dan sebagainya. Banyak penyebabnya, mulai dari patah hati, dapet promosi jabatan yang diinginkan, nonton film sedih dan lainnya. Terkadang hal-hal tersebut akan mempengaruhi mood kita, iya ngga?

Kalau mood kita bagus, tentu semua hal yang dilakukan terasa ringan, menyenangkan dan hasilnya memuaskan banyak pihak. Gimana kalau mood-nya buruk? Wah, yang ada semua hal terasa buruk, mulai dari komunikasi, tindakan dan pikiran. Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam sepuluh menit bisa selesai lebih dari itu, atau bahkan lebih buruk lagi: ga dikerjain sama sekali, dan berpotensi jadi bom waktu di kemudian hari. Komunikasi dengan orang lain yang seharusnya lancar jadi tersendat gara-gara kita masang muka murung. Kewajiban yang seharusnya dikerjakan jadi terbengkalai akibat suasana hati yang buruk.

Kita semua pasti pernah merasakan hal itu. Kadang pembelaan diri kita adalah: "Tapi kan gua lagi ngalamin kejadian yang ngga enak, jadi males ngapa-ngapain. Udah ilang fokus. Buyar semua rencana yang udah disusun." Masih ada sederet alasan lain yang memaklumi si bad mood ini. 

Awalnya gua selalu menganggap bahwa faktor eksternal-lah yang bisa disalahkan, sebuah kejadian yang membuat mood baik atau buruk ini muncul. Contohnya tadi, kalo lagi patah hati, maka yang muncul si bad mood; kalo lagi dapet promosi jabatan yang diinginkan, yang muncul si good mood. Kemunculannya silih berganti. Kalau ada momen buruk, si bad mood mampir, pas ada momen baik, langsung diganti sama good mood

Pikiran negatif kita pasti akan berkata: "Ya udah sih, emang begitu, bukan? Hidup ini kan terus berputar, ada sedih, ada senang. Ya kalo senang kita senang, kalo sedih kita sedih. Terima aja." No no no! Bukan begitu seharusnya mindset kita bangun. Dari web psychmechanics.com, disebutkan bahwa: 

"Kita bertanggung jawab atas kondisi mood dan emosional kita sendiri. Jangan menyalahkan pihak lain, Tuhan atau pemerintah atas apa yang kita rasakan. Tuhan memberikan kejadian sedih dan senang untuk sebuah alasan. Bagaimana cara kita menangani kedua momen tersebutlah yang akan menentukan mood kita."

Kalau kita menangani momen sedih dengan benar, maka kita akan diberkahi dengan good mood. Sebaliknya, kalau kita menangani momen baik dengan salah, maka yang ada adalah bad mood. See? Bukan momennya yang harus disalahkan, tapi mindset kita dalam menanganinya lah yang harus dibenahi. Ada orang yang masih dapat tersenyum saat dia merasakan hari terburuk dalam hidupnya. Ada juga orang yang kelihatan murung padahal kejadian baik baru aja dialaminya. Ini semua tentang apa mood yang kita pilih.

Tanamkan ke dalam pikiran bahwa dibalik kejadian buruk selalu ada hikmahnya. Jangan biarkan pikiran negatif masuk. Nikmatilah hidup ini dan lakukan yang terbaik. Pikiran negatif yang mengarah ke bad mood hanya akan menggerogoti kita luar dan dalam. Kalau kita memilih good mood, maka tidak akan ada yang dapat menenggelamkan kita dalam kesedihan dan kemurungan.

So, dalam menghadapi aktivitas hari ini atau besok, mood apa yang kalian pilih?

-Bray-
@bayurohmantika

Note: mood baik selalu bisa dibangun dengan lagu yang bagus. Untuk itu, gua mendengarkan lagu Franz Ferdinand yang "Take Me Out" untuk mengiringi penulisan artikel ini.

4 comments

  1. Emang gak gampang atur emosi biar stabil kayak yang kita mau. Tapi selama logika dan akal pikiran kita menang. Kita bisa menjalani hari seperti apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap.

      Semua orang pasti pengen menjalani hari seperti yang diinginkan, tapi emosi kadang jadi penghalang. Yup, gua setuju sama lo, gak gampang atur emosi biar stabil hehe.

      Delete
  2. Iya, semua tergantung kitanya yang ngontrol mood itu. Hmm, temen gue aja pas liburan ke pulau, dia malah murung gitu. Nggak menikmati rekreasinya. Padahal refreshing itu kan harusnya seneng-seneng. Ya, begitulah kalo nggak bisa menempatkan diri.

    Ada juga kan orang yang ada masalah sama pacarnya, terus bisa ngefek ke masalah kerjaan. Kerjaan jadi kacau gitu. Hehehe. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan... semua emang tergantung kita yang ngontrol mood, mau situasinya seneng pun kalo bawannya murung ya seterusnya murung.

      Iya, masalah asmara mah udah banyak banget contohnya hehe, di kantor gua juga ada yang begitu, dia bisa bete seharian kalo lagi marahan sama pacarnya. Kerjaan jadi kacau. Whatever lah :-D

      Delete

 
Powered by Blogger.